Postingan

Medali EKALAYA

Gambar
Kraton Kasultanan Yogyakarta memiliki Medali EKALAYA sebagai bukti pembinaan panahan jemparingan keraton. KRT. H. Jatiningrat, SH - cucu Sri Sultan HB ke VIII Permainan tradisional  panahan gaya K raton Yogyakarta, atau yang sering disebut jemparingan Mataram, dimulai sejak awal berdirinya kraton Yogyakarta tahun 1755 M. Sri Sultan Hamengku Buwono ke-1 membuat Sekolah TAMANAN, khusus untuk putra-putri Sultan dan keluarga pejabat tinggi, dimana MEMANAH gaya / gagrag Ngayogyakarta menjadi salah-satu mata pelajarannya. Puncaknya adalah di era Sri Sultan HB ke VIII, dimana panahan menjadi permainan kegemaran para pangeran dan abdi-dalem karaton Yogyakarta & puro Pakualaman. Bagi pemanah yang berprestasi, disediakan Medali Ekalaya dari emas murni, perak, dan perunggu.

GALLERY Foto : Penjemparing Pria

Gambar
KRT. H. Jatiningrat, SH. penghageng Tepas DWARAPURA karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus panghajeng Paguyuban Jemparingan Mataraman 'GANDHEWA MATARAM" ikut turun-gelanggang memanah bersama peserta abdi-dalem dan masyarakat Umum dari berbagai daerah di Indonesia. BERBEDA dengan LOMBA Panahan dari dunia Barat , jemparingan Mataraman gaya (bahasa jawa : gagrag ) Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah PERMAINAN untuk character-building / pembentukan watak-ksatria. Namanya juga permainan, tampak KRT. H. Jatiningrat, SH dan para abdi-dalem serta peserta lomba lainnya enjoy tertawa dan saling-tolong dalam kebersamaan. Didalam permaiann jemparingan Mataraman, MUSUH kita BUKANLAH peserta-lain, melainkan ego diri-sendiri (termasuk ego untuk ingin lebih-unggul, nafsu mencari hadiah / aktualisasi-diri, mencari juara /jawara, dll). Catatan : (bedakan gagraG dg gagraK) gagrag : I kn cara sing kêlumrah; [x] anyar: cara anyar. ( Poerwadarminta 1939 ) gagrak : I ng-[x] êngg. cakra...

BUSANA Jemparingan u/ Abdi-dalem Kraton Jogja

Gambar
Berikut ini busana untuk abdi-dalem karaton Yogyakarta saat mengikuti GLADHEN  (latihan-bersama) maupun SAYEMBARA  (lomba) memanah gagrag (atau : gaya / style) Karaton Yogyakarta. Abdi dalem Kakung (pria) : Mengenakan baju pranakan warna biru-tua (telupat) Destar / ikat-kepala kupu-tarung mengenakan nyamping (jarit) model Ngayogyan; tidak boleh menutup mata kaki. bagi yang berpangkat BEKEL ke atas, mengenakan duwung / keris, model sesuai kepangkatan  Catatan : gladhi : kn. ajar, nglêlantih; ng-[x]. ngajari, nglêlantih, nggêgulang. (Poerwadarminta 1939) sayêmbara : pasanggiri. (Dwijo c. 1950) pasanggiri : kw. 1 sayêmbara nganggo ginantungan ganjaran; 2 pêpanggil. (Poerwadarminta 1939) destar [Ind] : ikêt, srêban. (Purwadarminta c. 1939)